MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK ORGANIK SKALA RUMAHAN

Apa yang dimaksud dengan sampah organik?. Sampah organik adalah sampah yang bisa terurai dalam jangka pendek. Misalnya : Daun-daun kering yang berguguran di sekitar rumah kita, daun-daun segar dari pohon yang kita atau tetangga kita tebang, kulit buah-buahan, sisa sayuran afkir, dll.

Pertama-tama Anda sediakan satu pot plastik berukuran sedang atau besar dan beri tatakan berupa baskom atau ember di bawahnya. Tujuannya untuk menampung pupuk organik cair yang akan keluar dari sampah organik yang Anda masukkan ke dalam pot plastik tersebut.

Bila Anda memiliki waktu luang, Anda bisa mencacah terlebih dahulu sampah-sampah organik tersebut. Makin kecil cacahan, makin bagus hasil akhir nantinya. Tapi bila Anda tak memiliki waktu luang, cemplungkan saja sampah-sampah organik tersebut ke dalam pot lalu ditutup rapat. Jangan lupa diaduk setiap tiga hari sekali. Sesudah 7-10 hari cairan pupuk organik akan mulai menetes ke baskom ataupun ember. Anda bisa memanennya setiap tiga hari sekali.

Untuk mendapatkan pupuk organik padat yang benar-benar matang dibutuhkan waktu sekitar dua bulan ditandai dengan warnanya yang menghitam dan tidak berbau.

Untuk pupuk organik padat yang sudah dicacah, Anda tinggal menjemurnya sampai kering dan kemudian dikemas bila mau dijual. Sedangkan untuk pupuk organik padat yang tidak dicacah, sesudah dijemur hingga kering, Anda perlu mengayaknya terlebih dahulu sebelum dikemas bila mau dijual. Tapi bila untuk pemakaian pribadi, Anda tak perlu menjemurnya. Pupuk organik padat yang sudah dicacah ataupun tidak, bisa Anda aplikasikan langsung ke tanaman. Pupuk organik padat yang sudah dicacah Anda aplikasikan ke tanaman hias dengan cara ditaburkan ke media tanam. Sedangkan untuk pupuk organik padat yang tidak dicacah, bisa Anda aplikasikan ke tanaman tabulampot maupun tanaman pohon dengan cara dipendam di sekeliling batang.

Pupuk organik cair yang Anda tampung bisa Anda isi di botol plastik air mineral bekas bila mau Anda jual. Untuk pemakaian pribadi bisa Anda campurkan setiap 1 liter pupuk organik cair dengan 20 liter air sumur. Pergunakan untuk mengaplikasi tanaman tabulampot dan tanaman pohon. Untuk mengaplikasi tanaman hias, campurkan 1 liter pupuk organik cair dengan 50 liter air sumur.

Lalu bagaimana cara mengolah daun-daun kering menjadi pupuk organik padat?. Anda perlu menyediakan sebuah tong plastik ukuran sedang maupun besar. Anda tidak disarankan mempergunakan pot plastik tanaman yang memiliki lubang di dasarnya karena sampah organik daun kering tidak menghasilkan pupuk organik cair. Daun-daun kering yang akan Anda masukkan ke dalam tong plastik terlebih dahulu Anda remas dengan pupuk organik cair hingga lemas. ( Fungsi pupuk organik cair adalah sebagai bio aktivator yang mempercepat pembusukan sampah organik ). Tutup rapat tong plastik tersebut dan diaduk setiap tiga hari sekali. Dalam jangka waktu satu bulan, daun-daun kering tersebut sudah berubah menjadi pupuk organik padat yang ditandai dengan warnanya yang menghitam dan tidak berbau. Bisa Anda aplikasikan langsung ke tanaman tabulampot dan tanaman pohon. Bila mau dijual atau diaplikasikan ke tanaman hias, Anda harus menjemurnya hingga kering terlebih dahulu kemudian mengayaknya hingga halus.

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment

Widget